Arti bootable beserta Cara Membuat Bootable Flashdisk

Cara Membuat Bootable Flashdisk

Semua komputer atau laptop hanya bisa digunakan kalau sudah ada sistem operasi (OS) di dalamnya. Yang dilakukan semua komputer, semuanya tetap sama. System operasi (OS) yang tertanam biasanya Microsoft Windows atau Linux dengan berbagai kernelnya.

Walaupun para pihak developer memilik claim kalau sistem operasinya pasti bebas virus atau kejahatan cyber, tetap tidak berarti komputer akan kebal dari kerusakan. Beberapa kejadian bisa berakibat fatal sampai komputer harus dilakukan diformat atau di-install ulang.

Saat melakukan saat proses install ulang, pastinya akan membutuhkan file installer dari sistem operasi yang akan di-install, yang dahulu harus memakai CD/DVD untuk menampung file installer tersebut. Sayangnya, satu keping CD/DVD memiliki keterbatasan size atau ukuran.

Dengan berkembangnya teknologi sekarang, sudah ada media penyimpanan yang praktis yaitu flashdisk. Batasan USB flashdisk juga jauh lebih besar daripada CD/DVD. Karena itulah akan jadi lebih mudah melakukan install ulang komputer dengan menggunakan satu USB flashdisk.

Nah, ganteng.co.id untuk membuat flashdisk dapat digunakan sebagai media install ulang sistem operasi, Anda harus mengubahnya menjadi bootable. Bootable itu apa dan cara membuat bootable flashdisk itu bagaimana, sih?

Arti bootable

Bootable adalah layanan atau fasilitas yang tersedia pada setiap sistem operasi (OS). Fasilitas bootable ini terletak di media penyimpanan seperti CD, flashdisk, dan juga memory. Semua media penyimpanan bisa disebut bootable, yang penting didalamnya terdapat sistem operasi, seperti CD, flashdisk, dan lainnya.

Dinamakan bootable karena setiap sistem operasi (OS) pasti akan melakukan first boot lewat media penyimpanan, seperti flashdisk, CD, DVD-ROM, dan lainnya. Contohnya saat melakukan setting BIOS saat ingin melakukan Instalasi Sistem Operasi (OS) dengan flashdisk. Media penyimpanan seperti flashdisk harus ditentukan yang mana digunakan untuk first boot pertama nantinya.

Bootable akan melakukan pertukaran data, ini akan memungkinkan untuk melakukan peng-install-an pada sebuah harddisk dalam sistem operasi. Jadi, bootable bukan hanya ada pada PC/laptop CD/DVD pada saat ingin meng-install ulang yang sering digunakan tempat service elektronik.

Baca juga: Cara menyambungkan HP ke TV

Kegunaan lain dari bootable adalah untuk mengubah lingkungan operasi, pembersihan, dan pemulihan data. Selain itu juga untuk troubleshooting hardware dan software. Selanjutnya, untuk software akses administratif dalam kasus hilang password, akan dilakukan dengan dengan sebuah boot yang sesuai dengan sistem operasi (OS) tertentu.

Cara membuat bootable flashdisk

Setelah mengetahui apa arti dan fungsi bootable secara lengkap, mari sekarang kita melihat bagaiaman cara membuat bootable flashdisk. Ada dua (2) cara yang bisa Anda gunakan dalam melakukannya.

Cara membuat bootable flashdisk bisa dengan meng-install ulang dengan menggunakan USB Flashdisk. Anda harus melakukan konfigurasi supaya flashdisk dapat menjadi USB bootable sekaligus sebagai media installer.

Cara membuat bootable flashdisk bisa menggunakan banyak aplikasi. Ada dua contoh aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat bootable flashdisk. Sebelumnya, harus menyediakan USB flashdisk berukuran minimum 4-8 GB. Selanjutnya juga siapkan file ISO installer sistem operasi yang ingin Anda install.

Untuk cara membuat bootable flashdisk, yang pertama ada dengan menggunakan aplikasi Rufus yang bisa Anda download di computer Anda. Yang kedua bisa menggunakan UNetbootin yang juga bisa di-download dengan mudah di komputer Anda. Kedua aplikasi inilah yang paling mudah dan paling sering digunakan karena cepat dalam proses booting.

  1. Menggunakan aplikasi Rufus

Rufus adalah aplikasi yang dibuat pada tahun 2011 oleh Pete Batard. Aplikasi ini fungsi utamanya adalah untuk memformat dan membuat USB flash menjadi bootable, contohnya seperti flashdisk, memory card, dan lainnya. Aplikasi ini bisa di-download gratis di website resminya yaitu https://rufus.ie/.

Pada website resminya juga dijelaskan kalau Rufus berfungsi untuk membuat media instalasi USB dari ISO bootable (Windows, Linux, dan lainnya), bekerja pada system tanpa OS yang terinstal, melakukan flash BIOS atau firmware lain dari DOS, dan untuk untuk menjalankan utilitas tingkat rendah. Berikut adalah bagaimana cara membuat bootable flashdisk dengan aplikasi Rufus:

  1. Download aplikasi Rufus, ada dua versi yaitu installer dan portable dimana memiliki ukuran file cukup kecil yaitu sekitar hanya 1 MB. Selanjutnya, install aplikasi Rufus.
  2. Jalankan aplikasi Rufus, lalu masukkan flashdisk yang ingin dijadikan sebagai bootable. Saran untuk Anda, gunakan dengan kapasitas 8 GB ke atas.
  3. Selanjutnya, Rufus akan dengan otomatis mendeteksi informasi dari flashdisk yaitu seperti kapasitas, volume labelnya, dan berbagai informasi lainnya.
  4. Jika flashdisk tidak terdeteksi, jangan diganti. Klik ikon tanda panah show advanced drive properties,lalu centang opsi ‘List USB Hard Drives’.
  5. Selanjutnya, klik SELECT dan masuk ke folder dimana file ISO sistem operasi disimpan, pilih file kemudian klik open.
  6. Selanjutnya atur Boot Selection, namun dengan otomatis akan sudah tertulis versi operasi sistem yang sudah ditambahkan. Pilih MBR untuk Partition scheme dan bagian Target System menjadi BIOS.
  7. Pada FormatOption, beri nama pada Volume Label. Kemudian atur File system ke NTFS. Selanjutnya Show advanced format options, Quick Format, dan create extended label and icon files.
  8. Sebelum klik start, backup dahulu data pada flashdisk. Setelah itu klik start untuk memulai proses bootabledengan flashdisk. Tunggu proses uni selama 10-15 menit, terganung dari besar file ISO windows dan kecepatan flashdisk.
  9. Terakhir, akan muncul status warna hijau pada bar dengan tulisan Ready yang berarti proses bootable Anda sudah selesai. Tekan tombol close dan eject flashdisk, flashdisk sekarang bisa digunakan.
  10. Menggunakan UNetbootin

UNetbootin adalah aplikasi bootable flashdisk yang biasanyaa digunakan oleh pengguna Linux, tetapi di Windows juga tetap bisa digunakan. UNebootin tampilannya simpel dan mudah digunakan. UNetbootin bisa Anda gunakan sebagai alternative penggunaan Rufus juga.

Berikut cara membuat bootable flashdisk dengan menggunakan UNetbootin:

  1. Download, install, lalu buka aplikasi UNetbootin.
  2. Hubungkan flashdisk dengan laptop.
  3. Selanjutnya, pilih opsi Diskimagedan cari file ISO yang akan digunakan pada aplikasi UNetbootin. Di bagian Type pilihlah USB Drive.
  4. Klik OK untuk memulai proses pembuatan bootable dan tunggu proses sampai selesai.
  5. Saat sudah selesai, akan muncul tulisan Installation Complete. Selanjutnya atur booting agar dilakukan pertama kali dari flashdisk. Caranya dengan masuk ke menu BIOS, lalu lakukan instalasi sesuai dengan system operasinya, baik Linux atau Windows.

Mudah bukan penggunaan kedua aplikasi tersebut? Masih ada aplikasi lain lagi untuk membuat bootable flashdisk, kedua inilah yang simple, gratis, tidak butuh memori besar, dan tidak susah untuk digunakan.

Semoga informasi ini membantu untuk Anda yang ingin membuat bootable flashdisk. Sekian bahasan dari artikel ini, terima kasih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.